Big Bang | Teori Bagaimana Alam Semesta Ini Terbentuk


Teori big bang menjadi salah satu teori yang sangat luar biasa diminati karena membahas tentang bagaimana alam semesta ini terbentuk. Meskipun banyak sekali teori-teori lain yang cukup ramai di perbincangkan (seperti teori bintang kembar dan teori pasang surut) yang membahas hal yang sama, namun teori satu ini menjadi teori yang paling terkenal dan banyak dibicarakan oleh para pakar astronomi.

Big Bang

Teori Big Bang atau ledakan besar adalah teori terbentuknya alam semesta yang paling terkenal dan paling masuk akal. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi yang sangat padat dan panas, yang kemudian meledak lalu kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun yang lalu.

Big Bang adalah teori yang paling banyak didukung oleh sederetan bukti ilmiah sehingga dapat diterima oleh semua kalangan baik para ilmuwan maupun orang awam. Uniknya, teori ini juga dapat digunakan untuk menentukan akhir dari alam semesta ini.


Sejarah Teori Big Bang

Sekitar tahun 1912, Vesto Slipher menjadi orang pertama yang mengukur efek Doppler pada sebuah nebula spiral . Nebula spiral sendiri adalah istilah lama untuk galaksi spiral. Dari sinilah sejarah teori big bang ini berkembang. Mulai banyak bermunculan para ilmuwan yang mengadakan pengamatan dan pertimbangan teoritis kepada struktur alam.



Setelah sepuluh tahun berselang sejak Vesto Slipher meneliti nebula, muncul seorang kosmologis dan matematikawan dari Rusia bernama Alexander Friedman. Alexander menunjukkan bahwa alam semesta ini mungkin akan mengembang dan berlawanan dengan model alam semesta statis yang sebelumnya diutarakan oleh Einstein.


Kemudian seorang kosmolog asal Belgia pada tahun 1920-an. Menurutnya, alam semesta ini mulanya berasal dari gumpalan superatom yang berbentuk bola api kecil dengan ukuran sangat kecil. Gumpalan itu semakin lama semakin memadat dan memanas, kemudian meledak dan memuntahkan seluruh isi dari alam semesta.

Big Bang melepaskan sejumlah besar energi di alam semesta yang kemudian membentuk seluruh materi alam semesta dan kemudian berkembang hingga menjadi bentuk yang sekarang ini dan akan terus berkembang sampai saat ini.

Atom hidrogen terbentuk bersamaan saat energi dari Big Bang meluas keluar. Atom hidrogen tersebut terus bertambah banyak dan berkumpul membentuk debu dan awan hidrogen atau biasa disebut nebula. Awan hidrogen tersebut bertambah padat dan memanas hinga temperatur jutaan derajat celcius. Awan hidrogen ini menjadi bahan pembentuk bintang-bintang di alam semesta. Setelah terbentuk banyak bintang, bintang tersebut berkumpul membentuk kelompok yang kemudian disebut galaksi. Dari galaksi, lahirlah milyaran tata surya. Salah satunya adalah yang kita tinggali sekarang ini.

Teori Big Bang juga menjelaskan bahwa alam semesta memiliki siklus yang berulang. Pada suatu titik, alam semesta akan berhenti mengembang dan malah menyusut. Semua akan ditarik dan menyisakan lubang hitam besar. Inilah yang disebut dengan Big Crunch, yang merupakan kelanjutan teori dari Big Bang.

Menurut teori Big Crunch, alam semesta tidak akan mengalami akhir karena ia membentuk sebuah siklus. Ia akan meledak, mengembang, menyusut, lalu menghilang dan terus menerus seperti itu. Dalam kata lain, alam semesta akan bereinkarnasi.

Sejak saat itu mulai bermunculan ilmuwan seperti Edwin Hubble yang meneruskan model nebula pada tahun 1924. Kemudian pada tahun 1927 Georges Lemaitre secara independen menurunkan persamaan milik Alexander Friedman dan mengajukan bahwa resensi nebula dalam persamaan tersebut diakibatkan oleh semesta alam yang selalu berkembang.


Berlanjut dengan Lemaitre pada tahun 1931 yang memberikan pernyataan bahwa perkembangan alam ini akan sampai pada suatu titik yang dinamakan atom purba dimana ruang dan waktu bermula. Kemudian pada akhirnya beberap bukti pengamatan mengarah pada ledakan dahsyat sebagai awal terjadinya alam semesta ini. Berbagai penemuan dan persetujuan atas radiasi latar belakang gelombang mikto kosmis pada sekitar tahun 1964.

Alam semesta kita memang sangat menarik ya kita selidiki? Salah satu hal yang membuat saya sangat terkagumkan adalah alam semesta kita dan bagaimana hal tersebut bisa bekerja.

Ada banyak sekali hal yang kita masih belum ketahui mengenai alam semesta, dan itulah salah satu sebab saya sangat tertarik dengannya. Saya tidak sabar untuk lebih banyak teori ataupun penemuan tentang alam semesta, tentu saja saya juga akan membagikannya, karena benar-benar membuat saya menarik untuk membahasnya.

see u next time. bye.
..


Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Big Bang | Teori Bagaimana Alam Semesta Ini Terbentuk"

  1. Yang saya pernah baca, ada 3 skenario (menurut penelitian) akhir semesta bukan hanya big crunch, juga ada big rip dan big freeze.

    BalasHapus
  2. untuk sekenario itu, akan saya bahas di post selanjutnya.. ditunggu ya kak. >_0

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel