Apa Sih Rindu itu? dan Bagaimana Proses Munculnya Perasaan Itu!

Apa Sih Rindu itu? dan Bagaimana Proses Munculnya Perasaan Itu!

cutecharmie
Pernah mengalami rasa gelisah? memikirkan seseorang? semua orang pastinya pernah mengalaminya. perasaan gelisah memikirkan pacar yang LDRan  (bitch please, w jomblo :v ), sahabat atau salah satu keluarga yang pergi merantau.,  nah itu anda terkena penyakit RINDU :3. penasaran dengan perasaan yang kamu rasakan....? simak penjelasan berikut!!


Apa itu Rindu?

Terkadang istilah rindu memang susah untuk diartikan, dan rasa rindu juga susah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Tapi bagaimanapun, segala sesuatu pasti memiliki arti dan ada sebab dan alasan kenapa itu bisa terjadi.

ada beberapa arti dari rindu, inilah diantaranya :


  • Rindu adalah perasaan yang tiba-tiba muncul saat kita menginginkan sesuatu yang pernah ada, mendambakan suasana yang pernah terjadi di masa lalu kita, atau yang baru saja pergi dan menghilang.


  • Rindu adalah mengharapkan kembali seseorang yang pernah ada di hidup kita, menanti kedatangannya dan ingin segera bertemu melepaskan rasa gundah.


  • Rindu adalah perasaan mengharap kembali apa-apa yang biasa terjadi di hidup kita, Yaitu hal-hal yang menyenangkan, suasana yang menggembirakan, tempat yang indah, keadaan yang nyaman, seseorang yang menarik hati atau apapun yang menakjubkan di waktu yang lalu.


  • Rindu adalah rasa hati yang gundah gulana, sesakkan dada, mengganggu pikiran, uring-uringan dan mungkin bisa juga dikatakan dengan istilah GALAU ( di era Kids Jaman Now ), kata yang kemaren sempat popular di telinga kita. Intinya tak sabar lagi ingin bertemu dengan sesuatu yang semakin kita nantikan semakin kita harapkan.

            Terkadang Rindu itu memang pedih, tapi Ia adalah kepedihan yang berujung manis, Karena ada kebahagiaan berlebih saat terpenuhi dengan yang kita inginkan.

Rindu itu mengharukan tapi juga menggairahkan, keheningan yang menggelisahkan. Rasa hati yang hampa, lara, pilu dan sebagainya yang sangat mengganggu perasaan hati. Ia juga bisa meracuni pikiran dan membuat konsentrasi hilang dari otak kita.

Rasa Rindu yang berlebih juga bisa membuat kita termenung, bersedih, dan mungkin bisa membuat kita menangis. Karena keinginan kita begitu membara dan tak bisa dikendalikan lagi.

Rindu juga bisa membuat kita bertingkah lucu tanpa kita sadari. Kita jadi tersenyum sendiri, melamun sendiri, atau mungkin tertawa sendiri dalam keheningan. Hal itu wajar karena rindu bisa membuat kita larut seperti ngobrol dengan perasaan kita sendiri. Namun hati-hati jangan sampai gila karena rindu.

perasaan rindu

Lalu, bagaimana prerasaan rindu bisa tercipta?

Sekarang mulailah kita memahami rindu dengan kita konversi perasaan ini menjadi absolut. Maka rindu adalah yang paling ringan dan stress adalah yang paling berat.
Sehingga urutannya adalah sebagai berikut : 
rindu - cemas - takut - stress - stress berat - gila.

Seseorang yang awalnya hanya rindu tetapi tidak kunjung ada berita, akan menjadi cemas. Takala dalam kondisi cemas dan memastikan hal yang meragukan, maka mulai lah timbul rasa takut. Takut yang tidak pernah ada jalan keluarnya pasti menyebabkan seseorang menjadi stress.

Untuk memahami proses terjadinya rindu harus pula kita memahami psikososial. Yang artinya kejiwaan kita terkait dengan lingkungannya. Sesuatu yang diharapkan bisa bentuk manusia atau buah atau suatu kejadian. Artinya ada kebutuhan dengan sesuatu yang terkait waktu dan terkait fantasi otak besar bagian depan. Maka parameternya minimal terdiri dari “Sesuatu, waktu, pengalaman hidup dan fantasi”.

Sesuatu yang biasanya ada dan hadir tiap hari, contohnya adalah istri (keluarga) yang tiba tiba hilang. Menjadikan terasa hilang dalam kebiasaan hidup. “Aduh, kemana yah istriku ?”. Bila saja sang istri langsung ketemu, artinya waktunya sangat singkat sehingga bisa ketemu lagi, maka tidaklah timbul rasa rindu. Biasa biasa saja seperti tidak ada kejadian.

Tetapi bila saja waktunya makin lama, maka timbul rasa kehilangan. Rasa tidak terbiasa dalam hidup, dan tiba tiba hilang. Artinya semakin lama waktunya, maka tingkat kerinduan makin terasa. Disinilah mulai terjadi ketidak seimbangan antara logika dan perasaan hati. Secara logika paham bahwa istri sedang berpergian. Sedangkan perasaan hati, tidak ingin ditinggalkan terlalu lama.

Lagipula tergantung pula karakter seseorangnya pada saat kecil (psikoanalisa) untuk mampu menganalisa pola pola hidupnya. Seorang anak kecil yang dimanja akan berbeda pola pikir dengan seorang yang sangat disiplin. Akhirnya kita bisa katakan bahwa karakter seseorang yang terbentuk sejak kecil akan mempengaruhi kejiwaan saat berkomunikasi dengan lingkungan (keluarga).

Setelah kita pahami bahwa sesuatu yang hilang dalam waktu yang lebih lama dan tergantung karakternya (pembawaannya) maka timbullah pemikiran yang disebut fantasi.
Bila saat kecil selalu terulang ulang hal yang negatip, maka fantasi saat ini juga negatip terus.
Bila saat kecil selalu terulang yang baik dan bijaksana, maka fantasi saat ini juga yang positip saja.

Karena itu bisa dilihat saat sang istri pulang kerumah dan bagaimana pengalaman istri saat pergi sebelumnya. Bila istri pergi dan selalu tidak bisa dipercaya maka fantasinya saat penyambutan juga akan negatip pula.

Dan saat penyambutan terjadi, ada hal yang tidak disadari (jiwa tidak sadar), tetapi sangat mempengaruhi sikap sambutannya. Contohnya: Sejak kecil di bohongin orang tua dan sudah usia dewasa dibohongin istri pula, yah… tau sendirikan.? … sambutannya juga dengan fantasi yang buruk pula.

Tetapi… inilah hebat nya Allah Maha Kuasa. Bahwa Manusia adalah mahluk yang sangat sempurna dengan akal budinya, sehingga akal budi nya yang ikut serta menganalisa.
Mungkin saja bentuk sambutan sang suami sangat emosi, acuh atau tidak mau tahu (cuek).
Tetapi bisa juga walaupun benci dan marah, tetap saja suami menyambut dengan mesra.
Tidak ada yang tahukan ?

*Bonus Puisi
TENTANG RASAKU

Aksaraku tak pernah terbaca
Kau selalu mengacuhkannya
Berpaling muka
Tega

Goresan penaku bagimu biasa
Tak ada artinya
Sebatas tinta
Sia-sia

Kini jiwa terasa lelah
Mengikutimu tanpa arah
Ego semata
Landasannya

Ingin rasanya aku merebah
Menghentikan segala langkah
Membuang resah
Gelisah

Tapi aku tak mampu
Bayangmu merajai kalbu
Cintaku padamu 
Menggebu

Andai aku boleh meminta
Kan kupinta padamu
Ajari aku
Melupakanmu

Puisi by : Ariya


MEMBUTAKAN YANG TIADA BUTA

Sempat
Ku merindu
Padamu yang dulu
Terkenang dan tercinta

Pergi
Lari tanpa cari
Mataku buta karena cinta
Padahal rasa ini begitu tulus dan abadi

Puisi by : Sischa
Dalam laut bisa diukur, tetapi dalamnya hati tidak bisa diukur.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Apa Sih Rindu itu? dan Bagaimana Proses Munculnya Perasaan Itu!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel