Rabu, 31 Januari 2018

Cari Tau Tentang Super Blue Blood Moon 31 Januari

Cari Tau Tentang Super Blue Blood Moon 31 Januari

Ibuki Satsuki

Sudah tidak sabar menanti fenomena yang langka 150 tahun sekali nanti malam? malam ini bisa kita jadikan momen romance bersama pasangan kalian seperti menonton bersama :) (tidak disarankan untuk yang jnes :v) tapi sebelum itu alangkah baiknya jika mengetahui seluk bekunnya terlebih dahulu, simak penjelasan berikut!

SuperMoon

SuperMoon

Apa Itu Supermoon?

Supermoon adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi. Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, Supermoon bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan Bumi sekitar 10% atau kurang dari jarak lintasannya dengan Bumi.

Dalam dunia astronomi, Bulan bisa berada di titik terjauh dan terdekat dengan Bumi. Titik terjauh dikenal dengan apogee, sedangkan titik terdekat dikenal dengan perigee. Saat Bulan mencapai titik terdekat atau perigee inilah, fenomena yang dikenal dengan supermoon terjadi.

Pengaruh Terhadap Pasang Surut Air Laut

Akibat kedekatannya dengan bumi, maka Bulan akan sedikit memengaruhi kondisi di Bumi. Misalnya meningkatnya gelombang pasang yang terjadi akibat gaya tarik Bulan yang sedikit lebih besar. Fenomena supermoon ini akan menyebabkan air pasang yang lebih tinggi dari purnama-purnama yang biasa. Jika didukung dengan angin yang tinggi pula, air pasang akan lebih besar sehingga bisa saja meluap.Kalau angin cukup besar, air pasang akan semakin tinggi karena akan ada gelombang. Selain itu, Supermoon ini tidak akan berdampak lain. Bagi nelayan, kondisi ini perlu diwaspadai dan sebaiknya tak melaut.


Blue Moon

Blue Moon

Apa Itu Blue Moon?

Blue Moon atau Bulan Purnama Biru adalah fenomena yang cukup jarang menampilkan sebuah bulan purnama tambahan dalam jangka waktu tertentu. Ada dua definisi dari istilah ini. Makna yang lebih tua mendefinisikan Blue Moon sebagai bulan purnama ketiga dalam sebuah musim yang memiliki empat bulan purnama. Blue Moon ini terjadi setiap 2,7 tahun.

Berbagai musim biasanya memiliki tiga bulan penuh, dan beberapa, karena alasan adat dan agama, harus terjadi pada waktu tertentu dalam setahun. Seperti "Moon Before Yule", yakni Blue Moon sebelum Natal.

Ada empat musim astronomi dalam setahun, yaitu musim semi (Maret hingga Juni), musim panas (Juni hingga September), musim gugur (September hingga Desember), dan musim dingin (Desember hingga Maret). Makna lainnya, Blue Moon adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Definisi ini menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir karena salah tafsir dari definisi asli almanak tersebut.



Gerhana Bulan

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°, maka tidak setiap oposisi bulan dengan Matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. 

Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana Matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Super Blue Blood Moon

Super Blue Blood Moon

Super Blue Blood Moon itu disebut langka lantaran gerhana bulan total terjadi bertepatan dengan fenomena ‘supermoon’ dan ‘blue moon’. Super Blue Blood Moon merupakan sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sejak 150 tahun lalu.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Senin (29/1/2018), di Jakarta, mengingatkan bahwa fenomena gerhana bulan langka akan terjadi pada 31 Januari. Proses gerhana ini akan dapat diamati dari Indonesia secara jelas. Jadi siapkan diri kalian untuk menyasikan peristiwa yang mungkin hanya sekali dalam hidup kalian.


Berdoan aja tidak Hujan :v


EmoticonEmoticon