Jumat, 03 November 2017

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia tentang Pantun

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia tentang Pantun

Ringkasan Materi Bahasa Indonesia tentang Pantun


  • Pengertian Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa 

Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b[1] dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Ciri lain dari sebuah pantun adalah pantun tidak terdapat nama penulis. Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan secara lisan. 

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut. (source Wikipedia)

  • Ciri Ciri Pantun
1. Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris
2. 8-12 Suku Kata di Tiap Baris
3. Memiliki Sampiran dan Isi ( 1, 2 sampiran 3, 4 isi )
4. Bersajak A B A B / A A A A

  • Jenis Jenis Pantun
1. Pantun Nasihat
pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat.
contoh: 
Berakit rakit kehulu
Berenang renang ketepian
Bersakit sakit dahulu
Bersenang senang kemudian

2. Pantun Jenaka
pantun yang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya.
Contoh:
Duduk manis di bibir pantai 
Lihat gadis, aduhai tiada dua 
Masa muda kebanyakan santai 
Sudah renta sulit tertawa

3. Pantun Agama
pantun yang memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca.
Contoh: 
Kalau sudah duduk berdamai 
Jangan lagi diajak perang 
Kalau sunah sudah dipakai 
Jangan lagi dibuang-buang

4. Pantun Teka-teki 
pantun yang memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan. 
Contoh: 
Terendak bentan lalu dibeli 
Untuk pakaian, saya turun ke sawah 
Kalaulah tuan bijak bestari 
Apa binatang kepala di bawah?

5. Pantun Berkasih-kasihan
pantun yang kaitannya dengan cinta dan kasih sayang. Umumnya, pantun berkasih-kasihan tenar di kalangan muda-mudi Melayu untuk menyampaikan perasaan mereka kepada kekasih maupun orang yang disukainya. 
Contoh: 
Beli buku
Buat tamu
Sejuk hatiku
Melihat senyummu

6. Pantun Anak 
Pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka. 
Contoh: 
Kita menari ke luar bilik 
Sembarang tari kita tarikan 
Kita bernyanyi bersama adik 
Sembarang lagi kita nyanyikan

Semoga Bermanfaat :v


EmoticonEmoticon